Betapa banyak orang-orang Batak Perantauan yang telah mengukir sejarah baik di Indonesia maupun didunia Internasional. Di dalam negeri ada beberapa nama Batak yang sudah menjagad nasional seperti Ruhut Sitompul (seorang Pengacara), Hotman Paris Hutapea (Pengacara), Anwar Nasution (Ketua BPK RI), Baharuddin Aritonang (Anggota IV BPK RI), Joy Tobing (Artis) dan masih banyak nama-nama Batak tenar lainnya di dalam negeri. Hal ini membuat orang Batak terkenal memiliki jiwa perantau yang ulung. Terbukti dengan banyaknya orang-orang Batak yang sukses di tanah perantauan. Saya sebagai salah satu orang yang memiliki darah Batak (khususnya Batak Angkola) terpacu dan berusaha agar menjadi salah satu orang yang dikategorikan sukses tersebut. Semoga saja aku bisa mencapai semua keinginanku itu. Amin ya Robbal Alamin. Salam buat orang-oran Batak perantauan pada khususnya maupun North Sumateran’s Overseas Mans pada umumnya. Horaasss..!!
IDF vs HAMAS
Mesin perang Israel masih saja terus menggempur Jalur Gaza demi memuaskan ambisi politik internal mereka dimana hanya untuk mendongkrak popularitas petinggi-petinggi Israel di mata rakyatnya yang sebentar lagi mengadakan Pemilu mereka mengerahkan kekuatan militer secara besar-besaran. Di lain pihak rakyat Palestina mengalami penderitaan yang berkepanjangan akibat ulah tentara- tentara Zionis. Tidak masuk akal demi menghabisi HAMAS yang hanya memiliki rudal berteknologi sederhana mereka (Israel) mengerahkan semua kekuatan mereka yang super canggih. Sungguh kekuatan yang tidak berimbang. Ibaratnya demi menghabisi semut-semut yang menggigit Ehud Olmert disaat dia tidur, dia membakar sarangnya dengan penyemprot api yang canggih. Sungguh sebuah peristiwa holocaust yang sangat jelas dimata kita. Akankah kita berdiam diri dengan tindakan Israel yang brutal, sadis, kejam, dan tidak berprikemanusiaan..?? Mari kita bantu saudara-saudara kita di Palestina dengan doa, bantuan materi berupa sumbangan uang, bantuan medis dan bantuan moril seperti dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Semoga rakyat Palestina, HAMAS, dan para pejuang Palestina lainnya diberi kesabaran, ketabahan, kekuatan dan kemenangan dalam menghadapi kekejaman dan kebiadaban tentara IDF Zionis. Amin ya Robbal Alamin.
Atas Nama Cinta.,
Seringkali orang pacaran tertipu akan kata-kata tersebut. Mereka melegalkan semua aktifitas pacaran yang menurut hukum Islam adalah haram karena hal itu merupakan kegiatan mendekati zina. Pacaran hanyalah ajang pelampiasan nafsu yang berlabelkan Cinta. Sungguh tragis memang, terkadang kita terlalu berlebihan dalam mengagungkan cinta kepada selain Allah. Hanya cinta Allah, Nabi Muhammad saw dan orang tua-lah yang sebenar-benar cinta. Tidak ada cinta lain yang dapat menandingi ketinggian ketiga level tersebut. Namun kita sering terpedaya dengan bujuk rayu setan yang selalu membuat indah segala aktifitas pacaran.
Pacaran Islami, Adakah?
Islam memang tidak mengenal proses pacaran seperti apa yang dipahami kebanyakan remaja islam sekarang. Proses pacaran seringkali lebih banyak membawa mudharat daripada manfaat, bahkan seringkali membawa kepada perbuatan yang dilarang dalam agama,. Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu disuatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukat SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung. Semua bentuk aktifitas itu cenderung bukanlah sebuah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya. Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. Pacaran Bukanlah Penjajakan/Perkenalan Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajagan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan. Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,”Wanita itu dinikahi karena 4 hal: [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat.” (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661) Selain empat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya. Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.
Pemimpin dunia-akhirat
Disamping seorang Nabi yang membawa risalah dari Allah swt, Nabi Muhammad saw juga sebagai Kepala Pemerintahan dari sebuah negara di jazirah Arab yang bernama Madinah yang diapit oleh dua negara super power pada saat itu, Persia dan Romawi. Namun karena pertolongan dari Allah swt, kesabaran, serta kegigihan Beliau mampu membawa cahaya Islam dari Afrika sampai kenegeri Cina. Sebagai seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, Nabi Muhammad saw selalu mengutamakan dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam kepada para pemimpin dunia. Akan tetapi sebagian dari mereka menyambut dengan kekejaman dan kezaliman sehingga tidak jarang Nabi saw berkonfrontasi dengan mereka secara frontal dengan mengirim pasukan untuk memudahkan upaya dakwah yang selama ini dihalang-halangi oleh para pemimpin yang zalim tadi (hal ini sungguh bertolak belakang dengan tuduhan murahan orang-orang yang membenci Islam). Beliau saw juga selalu menyayangi dan mengayomi orang lemah atau fakir miskin, dan populis. Bahkan Beliau saw sangat mencintai umatnya melebihi cintanya pada diri sendiri dan keluarganya sebagaimana yang diucapkannya ketika malaikat Izrail menjemputnya. Beliau saw bersabda: Ummati…ummati…ummati…